Selasa, 21 September 2010

Sate Kiloan PSK, Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan

Lezatnya Menikmati Kambing Muda!

Beberapa waktu sebelumnya, duo Bakpao-Buncit pernah melintasi jalan Lenteng Agung saat akan menuju Depok. Pandangan si Buncit langsung terpaku ke sebuah poster berukuran besar tepat di sisi kiri jalan. “Waaah, ada Sate Kiloan PSK yang kayak di tipi nih,” gumam si Buncit di dalam helm yang masih dikenakannya. Pikiran si Buncit lantas terbang menembus dunia imajinasi. Membayangkan sedang terbaring di atas ribuan tusuk sate kambing muda yang katanya lezat itu.

Betapa nikmatnya mengunyah daging kambing muda yang empuk sambil bersantai menikmati hidup. “Hei, Buncitku ada sate PSK di sini,” ujar si Bakpao setengah berteriak. Teriakan si Bakpao langsung mengembalikan Buncit ke dunia nyata. Ternyata, si Buncit tersadar dari lamunan sesaatnya. Untung saja, pikiran si Buncit masih tetap berkonsentrasi mengendarai si Ari dan melanjutkan perjalanan ke Depok.

Setelah memantapkan niat dan semangat secukupnya, duo Bakpao-Buncit pun memutuskan untuk menyambangi Sate Kiloan PSK beberapa hari kemudian. Ya, keingintahuan yang besar terhadap rasa sate ini sudah menjadi bekal yang cukup bagi Bakpao-Buncit, terutama si Buncit sebagai penggemar sate kambing.

Setelah sebelumnya memperbaiki si Ari yang sering mogok, Bakpao-Buncit pun mengarungi jalan menuju Sate Kiloan PSK, yang kebetulan letaknya tidak terlalu jauh. Sebenarnya sih, Buncit sudah lama sekali memendam rasa penasaran terhadap Sate Kiloan PSK. Namun, apa daya?! Sate Kiloan PSK, kala itu masih membuka gerai di Sentul dan beberapa tempat yang jauh dari jangkauan si Ari.

Nah, mumpung sekarang ada gerai cabang Sate Kiloan PSK yang dekat, langsung saja hantam, gan... (ternyata si Afgan nggak mau diajak..hihihi). Sesampainya di depan warung yang cukup luas itu, asap pembakaran sate langsung menyambut duo Bakpao-Buncit. Bagaikan duo jagoan yang muncul dari balik asap, Bakpao-Buncit berjalan dengan langkah pasti dari tempat parkir si Ari. Duo jagoan ini bukan disambut oleh para fans, tapi disambut dengan daging-daging kambing yang digantung di dalam etalase warung. Pemilik Sate Kiloan PSK sepertinya sengaja memperlihatkan daging-daging kambing mentah berkaki. Sang koki langsung mengiris daging yang digantung dan memotongnya untuk dijadikan sate. Setiap pengunjung bisa melihat proses pembuatannya dari balik kaca.

Wah, ternyata malam itu ramai sekali pengunjungnya. Untungnya, ada meja kosong yang siap dijadikan target Bakpao-Buncit. Jantung si Buncit langsung berdebar kencang saat akan memesan sate. Daftar menu lantas diberikan oleh sang pelayan. Bagaikan petir di siang bolong, harga sate di sini ternyata mahal, gan... (udah tau Afgan nggak doyan, ya nggak usah dikasihtau).

Dengan rasa penasaran yang teramat besar, Bakpao-Buncit pun menanyakan kepada sang pelayan. Nah, harga sate kambing ¼ (seperempat) kilo atau setara dengan 12 tusuk dihargai Rp 42 ribu. Dibandingkan dengan Sate Toni Cirebon dan warung sate lainnya, tentu saja harga ini termasuk mahal. Tapi, tak apalah. Sebagai petualang kuliner sejati, tak ada kata menyerah untuk mencicipi berbagai jenis makanan.

Berhubung si Bakpao tidak makan daging aka vegetarian, maka ia hanya akan memakan kuah tongseng kambing beserta sedikit sayurannya saja. Daging kambing tetap buat si Buncit dong. Nah, keadaan itulah yang membuat si Buncit hanya memesan 5 tusuk sate kambing saja (ini bukan pengiritan ya,,,ingat!! Ini karena alasan kesehatan).

Akhirnya Bakpao-Buncit memesan nasi, satu porsi tongseng kambing, dan 5 tusuk sate kambing. Ditambah dengan 2 gelas es teh manis. Dua porsi nasi yang tadi dipesan ternyata ditempatkan di dalam satu bakul nasi berukuran kecil, ya cukup menarik lah kalau dari segi penampilan. Potongan daging di tiap tusukan satenya cukup besar, loh. Apalagi, di dalam mangkok tongseng kambingnya. Potongan daging kambingnya banyak dan besar-besar. Wah, sangat menggugah selera perut si Buncit.

Sayangnya bagi si Bakpao, sayuran berupa kol di dalam tongsengnya sangat sedikit. Alhasil, si Bakpao cuma makan nasi bercampur kuah tongseng.. hahahaha si Buncit pun tertawa senang. Saat daging sate kambing masuk ke dalam mulut, dagingnya memang terasa empuk. Hampir tak ada bau kambing sama sekali. Benar-benar mantabh!!

Daging kambing pada sate kambing, benar-benar murni daging. Tidak bercampur dengan lemak. Ya, pantas saja harga yang harus dibayar cukup mahal.

Kuah tongseng juga cukup lezat dengan banyaknya potongan daging kambing di dalamnya. Rasa penasaran si Buncit terpuaskan dengan sajian dari Sate Kiloan PSK. Terbukti, nasi dan seluruh hidangan ludes dilahap Bakpao-Buncit. Perut si Buncit pun nampak semakin membuncit setelah menghabiskan hidangan yang disajikan.

Dengan menu yang dipesan itu, Bakpao-Buncit merogoh kocek tak lebih dari Rp 70 ribu. Pantas saja, pengunjung warung ini tak pernah sepi. Tempatnya juga cukup luas dan nyaman. Lahan parkir sengaja disediakan luas untuk menampung beberapa kendaraan mobil dan motor. Letak warung ini tepat di sisi kiri jalan sebelum pertigaan menjelang pintu masuk Universitas Indonesia, Depok. Tidak cukup sulit menemukan warung ini.

Duo Bakpao-Buncit tak segan-segan untuk merekomendasikan kuliner yg satu ini. Si Buncit pun nggak kapok kembali ke Sate Kiloan PSK, bila nanti selera untuk melahap sate kambing muncul tiba-tiba.

Buncit Recommendation...

1 komentar:

  1. Sambil mengantar anak saya ke Klinik Psikologi UI, saya mampir makan di PSK Kiloan.. satenya empuk, enak, terasa sekali rasa daging kambing, begitu juga tongsengnya. Harganya cukup murah. Rumah makan favorit.

    BalasHapus