Rabu, 06 Januari 2010

Warung Indomie Abang Adek, Roxy Jakarta Barat


Peringatan awal BakpaoBuncit : Menu makanan ini hanya untuk para pencinta makanan pedas dan pedas banget. Makan Indomie pedes mampus-nya Abang Adek dapat menyebabkan air keringat bercucuran, sakit perut melilit, dan buang-buang air pada keesokan paginya... Waspada..Waspadalah..!!!

Malam itu, duo keriwil tengah mengalami kebosanan yang teramat sangat.. Sepulang kantor, tak ada kegiatan lain yang mampu menghilangkan kebosanan selain menjelajahi dunia kuliner ibukota Jakarta.. BakpaoBuncit sebagai penggemar pedas tentunya merasa penasaran dengan edaran surat eletronik yang mempromosikan warung indomie Abang Adek di daerah Roxy, Jakarta Barat.
Akhirnya, malam itu menjadi kesempatan BakpaoBuncit untuk sekedar mencicipi masakan yang dibilang indomie pedes mampus itu.. “Ah, lebay nih kayaknya email ini,” ujar Buncit dengan congkaknya. Dengan bermodalkan keberanian sekaligus sedikit rasa sombong, Buncit mengajak serta Bakpao untuk menunggangi Arashi kesayangan ke arah Roxy.. Kurang dari setengah jam perjalanan, BakpaoBuncit akhirnya sampai juga di tempat yang dituju. Tempatnya ternyata mudah untuk ditemukan. Warung Abang Adek letaknya di belakang Roxy Mas. Hampir semua orang di daerah situ, pasti sudah tahu tempat warung Indomie Abang Adek yang buka dari pukul 15.30-03.00 subuh setiap hari.
Posisi warung Abang Adek persis di pertigaan (orang fengshui bilang 'tusuk sate'). Tulisan Warung Abang Adek sudah terlihat jelas dari kejauhan. Apalagi, suasana warung yang terlihat lebih ramai ketimbang di sekelilingnya yang sepi layaknya perumahan.. Saat kali pertama datang, si Buncit dikelilingi rasa penasaran yang terus menghantui. Benar-benar sebuah tantangan (hati Si Buncit berkata demikian).
Akhirnya si Buncit memesan Indomie rebus yang pedas. Konon, ada tingkatan rasa kepedasan dari indomie Abang Adek. Ada yang rasa pedas sedang, pedas, dan pedas mampus. Berhubung, BakpaoBuncit baru pertama kali datang, dan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka BakpaoBuncit harus menahan dulu keegoisannya. Si Bakpao memesan yang rasa pedasnya sedang-sedang saja (mirip lagu siapa ya, yang sedang-sedang saja???), sedangkan si Buncit memesan yang benar-benar pedas, satu tingkatan di bawah pedas mampus.
Beruntung bagi BakpaoBuncit, karena mendapatkan kursi yang tak jauh dari gerobak tempat dibuatnya indomie. Selama menunggu pesanan, si Buncit memperhatikan dengan sesama cara pembuatan Indomie Abang Adek. Ternyata sama saja pembuatannya. Cuma bedanya adalah, si Abang (pembuatnya, Red) memasak indomie di atas sebuah mangkok yang terlebih dahulu telah dimasukkan cabe rawit merah.
Tidak tanggung-tanggung, cabe rawit merah yang telah direbus sebelumnya dimasukkan ke dalam mangkuk dalam jumlah yang cukup banyak. Kemudian si Abang langsung menguleknya dengan semangat yang menggelora (sepertinya si Abang ini punya semangat '45 seperti pahlawan kita tempo doeloe). Mangkuk si Buncit diisi dengan sekitar 20 cabe rawit merah, sedangkan mangkok si Bakpao diisi 8 cabe rawit merah (bayangin, betapa pedasnya tuh).
Selain ditambah cabe rawit merah yang super pedas, si Abang juga menambahkan daun sawi dan telor ke dalam hidangan indomie tersebut. Tak hanya itu saja, bagi yang suka kornet, maka kornet yang terlebih dahulu sudah digoreng ditambahkan di atas hidangan indomie. Bagi si Bakpao yang vegetarian, tentu saja kornet 'haram' untuk dimakan (komentar si Buncit : kornet enak kok ditolak ya?? ada-ada saja vegetarian ini..hehehe).
Saat dihidangkan di meja, butiran keringat sudah menetes. Detak jantung berdebar kencang, membayangkan betapa pedasnya indomie Abang Adek (walaupun sedikit lebay, tapi itu yang benar-benar terjadi loch..). Sebagai persiapan, segelas es teh manis sudah bersiap melawan rasa pedas di dalam mulut.
Satu sendok berisi kuah indomie bersiap masuk ke mulut. Ternyata, rasanya ampuuuuuuun pedas bangeeeeeet....!!!! (Gila ya orang nih yang bikin, nggak kira-kira bikin indomie pedesnya ampun-ampunan..) Sesendok kuah indomie langsung berakibat satu liter keringat yang mengucur di seluruh wajah. Karena terus tertantang untuk menghabiskan satu mangkok indomie, si Buncit dan Bakpao tanpa menunggu lama segera menghabiskan indomie seharga sekitar Rp 9 ribu itu.
Selama memakan satu mangkok indomie Abang Adek, duo keriwil tak pernah berhenti memproduksi air keringat (kalau ditampung, satu ember kecil bisa penuh dengan air keringat tuh...lebay.com). Segelas es teh manis pun dirasa tidak cukup untuk menghilangkan rasa pedas yang teramat sangat. Sebagai pencinta makanan pedas, BakpaoBuncit justru merasa puas dengan hidangan indomie Abang Adek.. Bahkan dua sejoli ini berjanji akan kembali dan kembali lagi setelah rasa sakit perut yang melilit ini selesai..

P.S : Selama dua hari berturut-turut, perut si Buncit masih terasa sakit dan terus-terusan buang air...
Buncit Recommendation

1 komentar: